Skip to main content

Volume Air di Waduk Sempor Gombong Semakin Kritis !

Kebumen - Waduk sempor di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, sekarang berada di tahap yang kritis. Volume air di waduk sempor sekarang hanya tersisa 4 % saja. Sebenarnya volume air normal pada waduk sempor ini adalah 38 juta meter kubik ( m3 ) per detik, dan sekarang cuma hanya tersisa 1,488 juta m3 per detik saja, hal ini sangatlah kritis yang telah di alami oleh waduk sempot gombong.

Volume Air di Waduk Sempor Gombong Semakin Kritis
google

Dengan hal di atas, mengakibatkan penurunan elevasi yang cukup signifikan. Dan sampai awal bulan september, volume air waduk sempor mengalami penurunan elevasi air mencapai 25,33 meter, yang tadinya dari elevasi normal 67 meter. Walaupu dalam keadaan kritis, air waduk sempor ini masih tetap di alirkan buat menyelamatkan suplai air minum warga melalui PDAM.

Kepala UPB ( Kepala Pengelola Bendungan ) waduk sempor gombong, Bp Darmaji telah mengatakan, setiap hari pasti ada penurunan elevasi air sekitar 2 meteran dari " elevasi normal 67 meter ", sekarang cuma tinggal 41,67 meter, dan mengalami penurunan sebesar 25,33 meter, kata Bp Darmaji, Minggu, 1 September 2019.

Dari maret 2019 wilayah kebumen dan sekitarnya memang tidak di guyuri hujan, pernah hujan deras pada bulan mei 2019 cuma sebanyak satu kali, namun tidak mampu untuk menaikan elevasi air.

Setelah itu, hingga awal bulan september 2019 belum sama sekali turun hujan. Hujan yang pada bulan mei itu juga gak mampu untuk menyuplai air waduk sempor gombong. Dan sampai awal bulan september 2019 sama sekali tidak ada hujan, dan mengakibatkan penurunan elevasi air waduk sempor dengan rata-rata 2 meter setiap harinya.

Dengan hal tersebut, secara otomatis volume air pada waduk sempor berkurang terus. Dan menurut Bp Darmaji juga pada tahun ini merupakan rekor kekeringan waduk sempor gombong. Karana di tahun sebelumnya dengan waktu yang sama, elevasi air masih berkisaran 60 meteran.

Terjadinya penurunan elevasi yang cukup signifikan juga terjadi karena di akibatkan air waduk sempor gombong tetap di alirkan untuk menyelamatkan lahan tanaman warga. Pertengahan Agustus 2019, air juga masih di alirkan 1,63 m3 per detik hingga sampai 3,3 m3 per detik di setiap pengaliran air ke lahan tanaman.

Hal tersebut hanya semata-mata untuk menyelamatkan areal pertanian dengan luas mencapai lebih dari 6,400 hektare. Air waduk sempor yang di alirakan adalah untuk menyelamatkan tanaman padi yang berumur kisaran 1-1,5 bulan.

Pada saat itu, volume air waduk sempor masih 7 juta m3 per detik. Dan berdasarkan perhitungan, air yang ada di waduk sempor hanya mampu mencukupi kebutuhan hingga sampai 22 hari mendatang saja.

" Sekarang ada 5 juta m3 air yang berkurang, sisanya kini cuma tinggal 1,477 juta m3. Dan sisa air saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan ait PDAM saja, "  Kata Bp Darmaji.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar